Kamis, April 25, 2024

Kedatangan Tamu Idul Fitri dari Rombongan Jama'ah Majelis Taklim Masjid Baiturrohim Dusun Batang Desa Margomulyo

(Foto bersama Jama'ah Majelis Taklim Baiturrohim Batang Margomulyo)

Desa Ngelo, 12 April 2024 - Sebuah kejutan hangat menyapa warga Dusun Jipangulu saat rombongan Jama'ah Majelis Taklim Masjid Baiturrohim Dusun Batang Desa Margomulyo berkunjung pada Jum'at pagi yang cerah. Seperti kabar yang telah diterima sebelumnya, rombongan ini dipimpin oleh sosok yang sangat dihormati, Kiyai Jamin.


Kedatangan rombongan jama'ah ini menjadi momen yang berharga bagi kami dan  keluarga. Pukul 09.00, ketika riuh suara kendaraan mulai terdengar dari kejauhan, hati kami berdebar tak sabar menyambut kedatangan mereka. Dengan penuh keceriaan, kami mempersiapkan diri menyambut tamu istimewa ini di aula kecil rumah kami.


Saat rombongan tiba, suara Salam dan sapa menyambut kehadiran mereka menggema di seantero aula. Kiyai Jamin, dengan pakaian khasnya yang berwarna putih, memancarkan aura ketenangan dan kebijaksanaan. Di belakangnya, anggota jama'ah yang terdiri dari berbagai kalangan umur dan profesi, tampak gembira dan penuh semangat dalam menyambut hari yang fitri ini.


Sebagai tuan rumah yang menyaksikan kejadian ini secara langsung, saya berkesempatan untuk bertemu dengan Kiyai Jamin dan anggota jama'ah lainnya. Mereka menceritakan tentang perjalanan mereka selama bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan kebersamaan. Dalam setiap kesempatan, mereka memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah dan memperdalam pengetahuan agama.


Kiyai Jamin, selaku pemimpin rombongan, berbagi pemikirannya tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan dalam menyambut hari yang fitri ini. Beliau mengungkapkan kegembiraannya dapat berkunjung ke rumah-rumah warga untuk berbagi kebahagiaan Idul Fitri. "Kita harus senantiasa saling mendekatkan diri dengan sesama, baik di dalam maupun di luar masjid. Inilah esensi sejati dari perayaan Idul Fitri," ujar Kiyai Jamin dengan penuh semangat.


Sambil menikmati hidangan sedrrhana yang telah disiapkan oleh istri saya, anggota jama'ah bercerita tentang berbagai pengalaman dan pelajaran berharga yang mereka dapatkan selama bulan Ramadan. Mereka saling menguatkan dan memberikan semangat untuk terus berbenah diri menuju kehidupan yang lebih baik.


Kedatangan rombongan Jama'ah Majelis Taklim Masjid Baiturrohim Dusun Batang Desa Margomulyo di rumah kami di Dusun Jipangulu merupakan momen yang tak terlupakan. Selain menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan, kunjungan ini juga memberikan inspirasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas hidup dan semangat beragama.


Dengan penuh rasa syukur, kami berterima kasih kepada rombongan jama'ah yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah kami. Semoga kehadiran mereka membawa berkah dan kebahagiaan yang melimpah di hari yang fitri ini.

Selasa, April 16, 2024

"Kejutan Idul Fitri: Antara Bu Nyai Nikmaturohmah, dan Hikmah Kehidupan yang Tidak Terduga!"


Pada suatu hari Ahad yang bahagia, tepatnya tanggal 14 April 2024, saya mendapatkan kunjungan yang tak terduga dari seorang tamu istimewa. Ternyata tamu tersebut adalah seorang teman suami istri dari Ds. Samberan Kec. Kanor Bojonegoro. Bu nyai Nikmaturohmah namanya, dan saya langsung teringat akan masa-masa kuliah di STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersamanya. Suaminya pun juga merupakan teman dari FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliah) Kabupaten Bojonegoro. Siapa sangka, mereka datang berkunjung ke rumah saya!


Tidak bisa saya pungkiri, kedatangan Bu Nyai Nikmaturohmah ini benar-benar mengejutkan. Saya bahkan merasa seperti dalam dunia fantasi yang jauh dari akal sehat. Tetapi, dalam keadaan penasaran dan penuh kegembiraan, saya dan istri segera menyambut kedatangan mereka di aula kecil rumah kami.


Saat kami bersua, suasana menjadi hangat dan penuh keceriaan. Kami saling berbagi cerita dan kabar terkini. Sungguh, Idul Fitri kali ini benar-benar luar biasa bagiku. Selain berkumpul dengan orang-orang terdekat dan sahabat karib dalam satu jam'iyah, Allah juga memberikan kejutan dengan mempertemukan saya dengan teman lama seperti Gus Hilal dan Bu Nyai Nikmaturohmah ini.


Dalam momen Idul Fitri yang penuh berkah ini, Allah benar-benar menunjukkan padaku bahwa kehidupan ini memiliki begitu banyak berkah yang tersembunyi di balik setiap makhluk-Nya di jagad raya ini. Siapa sangka, di balik keriuhan dan kesibukan lebaran, Allah masih menyisipkan kejutan-kejutan kecil yang mengharukan dan menggelitik di antara kita.


Sungguh, tak ada yang lebih lucu dan menggelitik daripada melihat betapa indahnya kehidupan ini ketika kita bisa bertemu dengan orang-orang istimewa di saat-saat yang tak terduga.


Dalam suasana lebaran yang penuh keceriaan, terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan makan-makan, saling bermaafan, dan berburu takjil enak. Namun, di balik semua keramaian itu, ada keajaiban kecil yang tersembunyi. Seperti kedatangan tamu-tamu istimewa yang datang tanpa kita duga, seperti Gus Hilal dan Bu Nyai Nikmaturohmah.


Bayangkan saja, saat kita sedang asyik mengunyah ketupat dan rendang, tiba-tiba muncul sosok teman lama yang dulu kita kenal di masa lalu. Itu seperti adegan dari film komedi yang membuat kita terbahak-bahak diantara nasi tumpeng dan opor ayam. Siapa sangka, di tengah-tengah hiruk-pikuk lebaran, ada sosok yang melintas bagai kilat dan mengingatkan kita akan masa-masa indah yang pernah kita lewati bersama.


Dan tentu saja, tak kalah menggelitiknya adalah saat kita berbagi cerita dengan mereka. Kita bisa mengungkapkan betapa kita telah berubah sejak terakhir kali bertemu. Mulai dari rambut yang mulai memutih, perut yang semakin buncit, hingga kisah-kisah lucu yang terjadi dalam perjalanan hidup kita. Setiap cerita mengundang tawa dan kehangatan di antara kita, seakan menghapus segala beban dan kesedihan yang mungkin kita rasakan.


Dalam momen-momen seperti ini, kita menyadari bahwa hidup ini sungguh penuh dengan kejutan-kejutan tak terduga. Allah dengan penuh kasih sayang menyembunyikan berbagai kado kecil di sepanjang perjalanan hidup kita. Dan lebaran adalah saat di mana kita diberi kesempatan untuk menemukan dan menghargai kado-kado itu.


Jadi, di tengah-tengah riuh rendah lebaran, jangan pernah meremehkan keajaiban kecil yang tersembunyi di antara kita. Siapa tahu, di antara takbiran dan salam-salaman, ada sosok teman lama yang tersembunyi di balik kerumunan, siap menyapa dengan senyuman lebar. Biarkan cerita-cerita lucu dan menggelitik mengalir dalam suasana lebaranmu, dan nikmatilah setiap momen tak terduga yang Allah hadirkan sebagai kado istimewa dalam hidup kita.


Jadi, mari kita rayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita, kehangatan, dan kejutan-kejutan tak terduga. Saling berbagi cerita, tawa, dan kebahagiaan dengan orang-orang terkasih adalah salah satu khasanah yang membuat lebaran kali ini begitu berarti. Jadikanlah setiap momen lebaran sebagai kesempatan untuk menciptakan kenangan indah yang tak akan terlupakan. Selamat Idul Fitri!

Senin, April 15, 2024

"Keajaiban Lebaran: Ikatan Persaudaraan yang Melampaui Jarak"



Pada hari Jumat, tanggal 12 April 2024 Masehi atau 03 Syawal 1445 Hijriah, saat lebaran ke-3, sebuah kejadian luar biasa terjadi dalam hidup saya. Saya kedatangan seorang teman yang sangat istimewa dari Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Bojonegoro.


Kunjungan ini sungguh menjadi kejutan besar bagiku, karena bagi seorang Gus Hilal seperti teman saya ini, berkunjung ke rumahku yang terletak di pedalaman dan terisolir adalah hal yang sangat tidak mungkin. Rumahku berada di tepian Sungai Bengawan Solo dan dikelilingi oleh hutan di ujung barat Bojonegoro, dengan Blora sebagai tetangga di sebelah utara, barat, dan timur. Karena itu, kunjungannya membawa kebahagiaan dan berkah yang luar biasa bagi saya.


Gus Hilal adalah saudara satu nasab dalam keilmuan. Kami berdua pernah mengaji ilmu di Pesantren Fathul Ulum Kwagean di bawah bimbingan KH. Abdul Hanan Maksum. Kami memiliki ikatan yang kuat dalam perjalanan keilmuan.


Gus Hilal datang bersama istri dan anak-anaknya. Kehadiran mereka memberikan semangat baru dalam suasana lebaran. Kami berkumpul di aula kecil rumah, saling berbagi cerita, dan menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh istri saya.


Ternyata, terdapat kejutan lain yang menggembirakan. Istri Gus Hilal juga memiliki ikatan keilmuan dengan istri saya. Keduanya pernah menimba ilmu di UNIROW Tuban. Kebersamaan mereka membuktikan betapa kecilnya dunia ini dan bagaimana ikatan keilmuan dapat menghubungkan orang-orang yang berjauhan.


Di tengah keceriaan dan kehangatan suasana lebaran, kami juga tidak lupa menyelipkan sentuhan humor yang penuh hikmah. Percakapan ringan tentang riwayat perjalanan masa lalu yang mungundang dan mengandung banyak canda tawa mengisi ruangan, membawa keceriaan dan kebahagiaan kepada kami semua. Kami mengingatkan satu sama lain akan pentingnya bersyukur atas karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.


Kisah indah ini mengajarkan kita tentang pentingnya menghargai persaudaraan, ikatan keilmuan, dan kebahagiaan dalam kehidupan. Kunjungan Gus Hilal ke rumahku yang terpencil menjadi sebuah pengingat bahwa jarak dan lokasi bukanlah halangan dalam mempererat hubungan antarmanusia. Dalam suasana lebaran yang penuh berkah ini, kami merasakan kehadiran Tuhan yang Maha Esa yang menyatukan kita semua, meskipun dari tempat-tempat yang berbeda.

Minggu, April 07, 2024

FRIENDs MADIN



haiiii...kenalin dooung....Om, tante, pak De, kakek, nenek,.....di bayarin negara kok cumaan pada ngrumpi ciiih...mendingan pada maen Amma gue..










Suasana yang tak Asing lagi bagi ihwan-ihwan madin bila lagi pada ngeffffrez....(Eeee..mbok yo jo do ngono wes gede kok sek seneng podo ngrumpi to yoo yoo.....)


Ehm......ehem....!!!!! Kalau ni Ihwan bilang tetua sukunyeMADIN DAH TAK ASING LAGI BROU.... (Suku-suku batok kale). tapi da yang ngasih laqob yang lagi ngetren saaat ini "kanjeng doso"

Kalo kanjeng Doso dah ada, dari kejauhan tuuuuh tampak tampang-tampang ummi Desi he he...he..




kalllo ni dari tampangnye aje dah serrrrem !!!! co2knye jd security nye Kanjeng Doso aze yeee setuju....! ?????? (jok mlotot-mlotot to om-om)

Niiiih yg perlu dicontooh the mister master "Ustadz Rofiq" serrrriuuuuz niiiiih...
(Youk Ngenet booooz)