Sabtu, November 28, 2015

3 Nasihat Seekor Semut Kepada Nabi Sulaiman AS

"3 Nasehat Seekor Semut Kepada Nabi Sulaiman AS"

Ketika Nabi Sulaiman AS Tengah Berbaring, ada Seekor Semut Berjalan di Dadanya. Kemudian Beliau Mengambil Semut itu dan Dilemparnya Jauh.

Dengan Marah, Semut itu berkata:
“Wahai Nabi ALLAH, Mengapa Engkau Lempar Aku Begitu Keras..??” ucap Semut dgn Nada Tinggi.

“Apakah Kamu Lupa Pada Hari Kiamat Nanti Kamu Akan Berdiri di hapanan Pencipta Segala Kerajaan, yaitu Tuhan Langit dan Bumi, yang Maha Adil, yang Mengambil Hak Orang yg Dizalimi dari Orang yang Menzaliminya?” lanjutnya.

Mendengar Kata-kata dari semut itu, Nabi Sulaiman AS Pingsan. Selang Beberapa saat Nabi Sulaiman AS Siuman.

“Maafkanlah Sikap Dzalimku Terhadap Mu tadi.” Ucap Nabi Sulaiman AS Sambil Memandang Kearah Semut.

“Aku Akan Memaafkan Perbuatanmu tadi dengan 3 Syarat.” Jawab Semut.

“Sebutkan 3 Persyaratanmu Tersebut!” ujar Nabi Sulaiman AS dgn Nada Sungguh-sungguh.

“Baiklah..!! Ucap Si Semut

•Syarat Pertama Bagimu :
"Janganlah Kamu Tolak Orang yg Meminta Kepada Mu..Sesungguhnya Orang yg Meminta Kepada-Mu adalah Sedang Meminta Karunia ALLAH..Maka Janganlah Sampai Kamu Cegah Karunia ALLAH Kepada MakhlukNya.” Ucap Semut.

•Syarat yang Kedua Bagimu:
"Janganlah TERTAWA Berlebih-lebihan Sehingga Kamu Terlena dg Dunia dan Menyangka Bahwa Kamu Telah Menjalani Semua Tugas Mu dg baik di Dunia ini, Sehingga Hatimu Menjadi Keras, Sedangkan Kamu Telah Dimuliakan ALLAH dg Diberikan Kerajaan yg Besar.” Tambahnya.

•Dan Syarat yang Terakhir :
"Janganlah Sampai Kedudukan Mu ini Mengahalangi Mu untuk Menolong Orang yg Meminta Pertolongan Mu.” Pungkas semut.

“Inshaa ALLAH Semua Persyaratan Mu itu akan Aku Jalani.” Jawab Nabi Sulaiman AS dengan Sepenuh Hati.

“Jika Begitu Aku Maafkan Kamu Wahai Nabi ALLAH ” Ujar Semut Membalas Perkataan Nabi Sulaiman AS.

Mudah2an Cerita Dari Nabi ALLAH Sulaiman As ini Bisa Menjadi Pelajaran Berharga Buat Diri Kita Semua.

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1515691458757138&id=100009488945725&set=a.1380054155654203.1073741827.100009488945725

Kamis, November 26, 2015

10 Filosofi Jawa, yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga

1. Urip Iku Urup
(Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro
(Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

3. Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
(segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dgn sikap bijak, lembut hati dan sabar)

4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho
(Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
(Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
(Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

8. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka
(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).

9. Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
(Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno
(Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti)

sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10205300356491281&id=1318677698

Minggu, November 22, 2015

Su'udzon dalam Pandangan Islam

Banyak pula di antaranya sampai merusakan jalinan tali silaturahmi dan menimbulkan fitnah yang merugikan orang lain.

Kesenjangan sosial yang sering terjadi kalangan masyarakat umumnya dikarenakan akibat ketidakmampuan seseorang untuk memperoleh hal yang sama dengan orang lain. Padahal sesungguhnya Allah telah memberikan kenikmatan yang luar biasa pada seluruh makhluk hidupnya. Tapi ada saja kecemburuan yang dirasakan tiap orang bila melihat kesuksesan orang lain.

Su'udzon merupakan buruk sangka. Su'udzon berasal dari kata 'zhan' yang artinya purbasangka. Hal ini biasanya diumpamakan pada seseorang yang menyangka atau berpikir buruk pada orang lain. Banyak pula di antaranya sampai merusakan jalinan tali silaturahmi dan menimbulkan fitnah yang merugikan orang lain.

Firman Allah, ” Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang", [QS Al-Hujuraat : 12].

Ada baiknya bila anda memperbanyak husnudzan menimal 72 kali sehari. Husnudzan merupakan kebiasan atau prasangka baik. Tinggalan asupan negatif dalam pikiran maupun hati. Jauhi burung (gosip) yang belum pasti kebenarannya. Segala permasalahan yang terjadi berserah diri pada Allah SWT, Sebagai manusia kita haya bisa berencana dan tidak tahu apa yang direncanakan Allah SWT, namun sesungguhnya rencana Allah SWT itu selalu baik.

Berbagai sumber.

Sabtu, November 21, 2015

Masya Allah.. Ternyata Ini Misteri Dan Rahasia Angka 7

Misteri Dan Rahasia Angka 7 - Perenungan untuk memahami al-Quran sudah semestinya dilakukan oleh seorang muslim dalam menambah wawasan ketakwaan dan keilmuan, sehingga kita semua terjaga dari bahaya keterpurukan iman.

Selain itu sikap perenungan untuk memahami al-Quran dapat menjadikan pikiran semakin luas, arif dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan, tidak serta merta membenarkan atau menyalahkan dengan taklid buta. Itulah jalan kebenaran dengan al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk kehidupan.

Fenomena alam memang begitu rumit, tetapi selama masih berhubungan dengan dunia, maka semua itu mungkin untuk dipelajari dan dipahami. Tak dapat dipungkiri, angka 7 adalah salah satu angka istimewa dan fenomenal, angka ini memiliki keistimewaan dalam berbagai rutinitas ibadah, alam semesta, dan juga sejarah.

Lalu apa rahasia dibalik angka ini yang menjadikan angka 7 tersebut istimewa? Berikut adalah ulasan tentang keistimewaaan angka tujuh.

Allah memilih angka 7 dalam penciptaan lapisan langit dan bumi yang berjumlah 7 lapis

“Dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit”. (al-Baqarah: 29).

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah”. (al-Isra: 44)

“Katakanlah. Siapakah yang memiliki tujuh langit dan ‘arasy yang besar”. (al-Mu’minun: 84)

“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit urusannya”. (Fushshilat: 12)

“Allah-lah Yang menciptakan tujuh langit dan reperti itu pula bumi”. (aI-Thalaq: 12)

“Yang telah menjadikan tujuh langit berlapis-lapias”. (AI-Mulk: 3)

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” (Nuh: 15)

Jumlah hari dalam satu pekan yang berjumlah 7

Yaitu, Senin (kedua), Selasa (ketiga), Rabu (keempat), Kamis (kelima), Juma’at (Berkumpul/ berjamaah), Sabtu (berhenti atau terakhir), dan Minggu (kesatu).

Jumlah warna pelangi sebanyak 7

Yaitu Merah (berani dan cinta yang membara), Jingga (kekuatan dan kesehatan), Kuning (keceriaan, kesenangan yang adadi), Hijau (sumber kehidupan), Biru (kedamaian), Nila (Kesederhanaan), dan Ungu (kemewahan dan kebijaksanaan).

Rasulullah banyak menyebutkan angka 7 dalam beberapa haditsnya

Seperti misalnya “Aku datang untuk menjelaskan lailatul qadar kepada kalian, namun fulan dan fulan saling berdebat sehingga akhirnya diangkat (lailatul qadar), dan semoga menjadi lebih baik buat kalian, maka dapatkanlah (lailatul qadar) pada hari ketujuh, enam, dan lima”. (HR. Bukhari)

Contoh yang lain “Jika anjing menjilat bejana, maka hendaklah ia cuci hingga tujuh kali”. (HR. Bukhari). Dll.

Ibadah tawaf dilakukan 7 putaran

Seorang mukmin bertawaf di sekeliling Baitullah sebanyak tujuh putaran, melakukan sa’i antara shafa dan marwa sebanyak tujuh kali juga, serta melempar jumrah dengan tujuh kali.

Dalam al-Quran terdapat 7 surah yang diawali dengan kalimat tasbih.

Yaitu surat al-Hadiid, surat al-Hashr, surat as-saff, surat al-Jumua, surat at-Taghabun, dll. Kalimat tasbih tersebut baik yang berupa fi’il madzi, maupun mudzore’.

Angka 7 digunakan Allah dalam perumpamaan dalam sedekah.

Seperti firman Allah: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 261).
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang diminta karena Allah, lalu memberi maka tujuh puluh kebaikan ditulis untuknya.” (HR. Baihaqi).

Terdapat 7 ayat dalam al-Quran yang menjelaskan tentang penciptaan langit.

Ayat-ayat itu adalah: Surat al-A’raf: 54, surat Yunus: 3, surat Hud: 7, surat al-Furqan: 59, surat as-Sajadah: 4; surat Qaf: 38, dan surat al-HAdid: 4.

Angka 7 adalah angka yang pertama sekali disebutkan didalam al-Quran

Yaitu didalam surat al Baqarah 29 yang berbunyi Tsummastawaa ilassamaai fasawwa hunna SAB’A samawaatin, wahuwa bikulla syain ‘aliim.

Angka 7 adalah angka yang paling banyak diulang dalam al-Quran setelah angka 1 (ahad) tentunya., ini menunjukkan betapa pentingnya angka ini.

Awal surah dalam al-Quran adalah surah al-Fatihah, dia adalah semulia-mulia surah dalam al-Quran

Oleh karenanya surah al-Fatihah dinamakan dengan sab’ul matsaani (silahkan dilihat kembali penafsiran surah ini), sementara jumlah ayatnya ada 7 ayat.

Jumlah bilangan huruf abjad dalam bahasa Arab yang diturunkan oleh Allah ta’ala dalam Al-Quran ada 28 huruf

Jumlah 28 ini adalah perkalian dari angka 7, yakni 7×4=28.

Ketika Nabi saw menerangkan hal-hal yang merusak, beliau membatasinya pada 7 hal.
Beliau bersabda: “Jauhilah 7 hal yang merusak”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ketika menerangkan orang-orang yang akan dinaungi Allah SWT pada hari Kiamat, beliau membatasinya pada 7 golongan

“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah SWT dengan bayangan-Nya pada saat tiada naungan kecuali dari bayangannya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ketika menerangkan kezaliman dan mengambil tanah orang lain tanpa alasan, beliau menjadikan angka 7 sebagai simbol azab pada hari Kiamat

Beliau bersabda, “Orang yang menzalimi orang lain walau hanya beberapa jengkal tanah, akan dikalungkan azab dari 7 bumi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Nabi saw menerangkan bahwa Allah SWT memerintahkan kita bersujud dengan 7 organ tubuh

Nabi bersabda: “Aku diperintah untuk bersujud dengan 7 tulang”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Jika bejana dijilat anjing, maka disucikan dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan debu.

Rasulullah juga berbicara tentang Jahannam pada hari Kiamat

Nabi Bersabda: “Pada hari itu Jahanam didatangkan dengan 70 ribu kendali”. (HR. Muslim).

Beliau memohon perlindungan dari azab Jahanam sebanyak 7 kali dengan doa, “Ya Allah SWT, selamatkanlah aku dari neraka”. (HR. An-Nasa’i).

Tentang sebab-sebab kesembuhan, Nabi SAW memerintahkan kita untuk membaca doa berikut 7 kali

Nabi Bersabda: “Aku berlindung kepada Allah SWT dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang kudapatkan dan kutakutkan”. (HR. Muslim).

Makan kurma sebanyak 7 biji

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa makan 7 kurma ajwa di pagi hari setiap hari, maka pada hari itu, dia tidak akan terkena racun dan sihir”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits Nabi SAW tentang puasa di jalan Allah SWT menjelaskan pahala yang besar yang disiapkan Allah SWT bagi pelakunya

Nabi bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah SWT, kecuali Allah SWT menjauhkannya berkat puasa sehari itu dari neraka sejauh 70 musim gugur”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ketika seorang sahabat meminta beliau menjelaskan rentang waktu untuk mengkatamkan al-Quran

Rasulullah bersabda: “Khatamkan al-Quran setiap 7 hari dan jangan lebih cepat dari itu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi SAW membaca istighfar 70 kali sehari

Beliau menerangkan kelipatan pahala dalam sabdanya, “Setiap perbuatan manusia menggandakan kebaikan dengan 10 kali lipat, sampai 700 kelipatan”. (HR. Muslim).

Ketika mengajarkan cara berlindung kepada Allah SWT untuk menghilangkan kegelisahan, Nabi saw memerintahkan kita untuk mengulang-ulang pembacaan ayat berikut sebanyak 7 kali

Firman-Nya, “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Ia. Kepada-Nya aku berserah diri. Dia adalah Tuhan Arsy yang agung”. (QS 9 At-Taubah : 129).

Itulah sedikit tulisan yang berkenaan dengan keistimewaan angka tujuh, apabila ada salah penulisan atau salah pemaknaan, itu semua murni dari kesalahan penulis dan kemampuan penulis. Penulis meminta maaf sebesar-besarnya. Tapi apabila benar, maka itulah kebenaran dan petunjuk yang datang dari Allah. Penulis membuka pintu selebar-lebarnya untuk menerima saran maupun kritikan sebagai perbaikan.

Semoga dari setitik tulisan ini dapat memberikan penerangan kepada pemahaman, sehingga kita semua lebih yakin dan lebih percaya akan ayat-ayat yang menjadi petunjuk yang Allah diturunkan melalui Nabi dan Rasul-Nya Muhammad SAW.

Wallahu a’lam bisshawab

Kamis, November 19, 2015

Alasan Warna Hijau Selalu Dikaitkan Dengan Islam

Warna hijau sering kali disangkut pautkan dengan hal-hal religi yaitu Islam. Setiap kali melihat brosur mengenai Islam seperti naik haji dan lain sebagainya, tak jarang mereka memilih warna hijau sebagai dasarnya.

Ternyata, warna hijau adalah warna yang disukai oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam. Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: “Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya sesudah putih.”

Dalam Al-Quran surga pun digambarkan memiliki warna hijau yang menyejukan mata, pun jika dilihat dari jauh.

“..kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.”  (Ar Rahman 64)

Selain itu, hijau juga digambarkan sebagai warna pakaian para penghuni surga. Ini tertulis dalam Al-Quran seagai mukzijat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat-istirahat yang indah.” (Al-Kahfi 31)

Masya Allah, itulah beberapa alasan mengapa Islam sering di gambarkan dengan warna hijau yang sejuk

Sumber : http://m.dailymoslem.com/news/alasan-warna-hijau-selalu-dikaitkan-dengan-islam

Baca 4 Doa Ini Selama Hamil, Insya Allah Selamat Dan Dikaruniai Keturunan Shaleh

Diberikan amanah untuk mengandung adalah anugrah terbesar bagi seorang perempuan. Saat itu, apapun yang dapat membuat bayi dalam kandunganselalu sehat dilakukan oleh sang Ibu. Mulai dari mengkonsumsi makanan yang sehat, berolahraga hingga berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Berikut ini adalah empat doa yang dapat Ibu hamil lantunkan agar diberikan keselamatan, kesehatan dan keturunan yang shaleh serta shalehah.

Doa agar diberikan kesehatan dan keselamatan saat mengandung dan bersalin

Bismillahhirrahmaanir rahiim, Alhamdu lillaahi rabbil’aalamiin, Allaahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad, Thibbil quluubi wadawaaihaa, Wa’aafiyatil abdaani wa syifaa ihaa, Wanuuril abshaari wa dhiyaa ihaa, Waquutil arwaahi wagidzaa ihaa, Wa’alaa aalihi washahbihi wabaarik wa sallim,

Allaahummahfazh waladaha maa daama fii bathnihaa, Washfihii ma’a ummihi antasysyaafii laa syifaaa illaa syifaa uka syifaa an laa yugoodiru saqoman, Allaahumma shawwirhu fii bathnihaa shuurotanhasanatan, Watsabbit qolbahu iimaanan bika wabiraa suulika, Allaahumma akhrijhu min bathni ummihi waqta walaada tihaa sahlan wasaliiman, Aaamin, aamin aamin yaa robbal aalamin

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Nabi Muhammad SAW Sebagai pengobat dan penawar hatiku, penyehat dan penyegar badanku. Sebagai sinar dan cahaya pandangan mata. Sebagai penguat dan santapan rohani. Dan kepada keluarganya dan para sahabatnya berikanlah keberkahan dan keselamatan.

Ya Allah semoga Engkau lindungi bayi ini selama ada dalam kandungan ibunya. Dan semoga Engkau memberikan kepada bayi dan ibunya Allah yang memberi kesehatan. Tidak ada kesehatan selain kesehatan Allah, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain. Ya Allah semoga Engkau ciptakan bayi ini dalam kandungan ibunya dgn rupa yg bagus Dan semoga Engkau tanamkan hatinya bayi ini iman kepada-Mu ya Allah dan kepada Rosul-Mu.

Ya Allah semoga Engkau mengeluarkan bayi ini dari dalam kandungan ibunya pada waktu yg telah ditetapkan dalam keadaan yg sehat dan selamat. Aamin, aamin aamin yaa robbal aalamin Kabulkanlah doa kami, kabulkanlah doa kami.

Doa agar diberikan keturunan yang shaleh dan shalehah

Bismillahhirrahmaanir rahiim, Robbi inni nadzartu laka maa fii bathnii muharroron fataqobbalminnii, Innaka antas sami’ul alim

Artinya:

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku manjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.

Ali Imran: 38

Rabbii habli miladunka dzurriyyatan thoyyibah. Innaka sammi’uddu’aa

Artinya:

Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (doa)

Ibrahim: 40

Robbij’alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyatii robbanaa wa taqobbal du’aa

Artinya:

Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.

 

(Sumber foto: instagram/riamiranda)

http://m.dailymoslem.com/relationship/parenting/baca-4-doa-ini-selama-hamil-insya-allah-selamat-dan-dikaruniai-keturunan-shaleh?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Kamis, November 12, 2015

Ternyata!! Ini Adalah Tanda-Tanda Jin ada Disekitar Kita

JIN dan manusia memiliki perbedaan derajat. Manusia lebih tinggi derajatnya dari pada jin. Karena itulah sebenarnya jin sangat takut pada manusia. Namun karena jin berhasil menakut-nakuti manusia maka manusia menjadi takut pada jin. Sebagai seorang muslim seharusnya kita tidak boleh takut sama jin, tetapi kita pun tidak menantang jin, namun jika jin mengganggu manusia sudah sewajarnya manusia untuk melawannya.

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman,” (QS. Ali Imran 3:175).

Mujahid berkata: “Syaithan itu sebenarnya sangat takut oleh salah seorang dari kalian (manusia). Oleh karena itu, apabila kamu mendapatinya, janganlah takut karena kalau takut, ia akan menunggangi kalian (mengganggu), akan tetapi kerasi (kasarilah), pasti ia akan pergi,” (Riwayat Ibn Abi Dunya).
“Mujahid berkata: ‘Sesungguhnya setan dan jin kafir itu takut oleh kalian sebagaimana kalian takut oleh mereka,” (Riwayat Ibnu Abi Dunya).

“Imam Mujahid berkata: ‘Suatu malam ketika saya sedang melaksanakan shalat, tiba-tiba muncul makhluk sebesar anak laki-laki di hadapan saya. Lalu saya desak dia untuk ditangkap. Akan tetapi ia bangun dan lompat ke belakang dinding sehingga saya mendengar jatuhnya. Setelah itu, ia tidak penah datang lagi,” (Riwayat Ibnu Abi Dunya).


Tertawa dan Menangisnya Jin

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa setan akan tertawa ketika seseorang menguap dengan mengeluarkan suara misalnya; “euuuay” atau “haaaa”. Hadits bahwa setan tertawa adalah:

“Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci nguap. Apabila seseorang bersin lalu mengucapkan al-hamdulillah, maka muslim yang mendengarnya harus mendoakannya. Adapun menguap datangnya dari setan, karenanya tahanlah sedapat mungkin. Apabila ia menguap terus keluar suara ‘haaa’, maka setan akan tertawa,” (HR. Bukhari dan lainnya).

Sementara setan akan menangis ketika seseorang membaca surat as-Sajdah dan ketika sampai pada ayat sajdahnya yakni ayat yang ke-15, ia melaksanakan Sujud Sajdah. Hal ini sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila anak Adam membaca surat as-Sajdah kemudian ia sujud sajdah (ketika membaca ayat sajdahnya ayat ke-15), maka setan akan pergi menangis sambil berkata: ‘Aduh celaka dan sialnya nasibku’ Bani Adam diperintah sujud, maka kemudian dia sujud maka baginya syurga, sedangkan aku ketika diperintah sujud aku menolak maka bagiku neraka,” (HR. Muslim).

http://reportaseonee.blogspot.co.id/2015/11/ternyata-ini-adalah-tanda-tanda-jin-ada.html

Rabu, November 11, 2015

Ini 7 Rahasia Istighfar yang Jarang Diketahui

Istighfar adalah memohon ampun pada Allah subhanahu wa ta'ala dengan kalimat " astaghfirullahal'adzim " atau kalimat lain yang semakna.

Permohonan ampun ini dilakukan dengan hati yang tulus dan dibarengi dengan penyesalan atas kesalahan serta bertekad untuk tidak mengulanginya.

Di bawah ini adalah 7 rahasia istighfar yang dikutip dari Fabspage Facebook Ustad Yusuf Mansur:

1. Mendatangkan-ampunan dari Allah.
" Maka aku katakan kepada mereka; Mohon-lah ampun kepada Rabb-mu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun."
{QS.Nuh :10-12}

2. Mengatasi kesulitan dan terbukanya pintu rizki.
" Barangsiapa beristighfar secara rutin,pasti Allah memberinya jalan keluar dalam kesempitan dan memberi rizki yang tiada terhingga padanya."
{HR.Abu Daud}.

3. Menambah kekuatan.
"Dan (hud berkata): "Hai kaum-ku,mohon lah ampunan kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya,niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atas-mt dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu." {QS.Hud :52}

4. Memperoleh banyak kenikmatan.
" Dan hendak-lah kamu meminta ampun kepada Rabb mu dan bertaubat kepada-Nya,niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepada mu sampai kepada waktu yang telah di tentukan." {QS.Hud :3}

5. Turunnya rahmat.
" Hendak lah kamu meminta ampun kepada Allah,agar kamu mendapat rahmat." {QS.An naml :46}

6. Sebagai kafaratul majlis.
"Barangsiapa yang duduk dalam satu majlis(perkumpulan orang) lalu di dalamnya banyak perkataan sia sianya atau(perdebatan) kemudian sebelum ia bangkit dari majlis membaca (istighfar)
Subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik"
" Maha suci Engkau yaa Allah dan aku memuji-MU dan aku bersaksi bahwa tiada Allah melainkan Engkau,aku meminta ampun dan bertaubat kepada-MU.
" Maka ia akan diampuni kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya selama di majlis itu." {HR.Turmudzi,Nasa'i,ibnu Hibban,abu daud dan al hakim}

7. Terhindar dari azab Allah.
" Dan tidak lah Allah akan mengazab mereka,sedang mereka meminta ampun." {QS.Al-anfal :33}

Sumber : http://8intisari.blogspot.com/2015/07/ini-7-rahasia-istighfar-yang-jarang.html

Fakta Ilmiah dibalik Waktu Shalat

Shalat adalah suatu kewajiban dari Allah atas setiap orang mukmin. Dimana Allah memerintahkannya dalam sejumlah firman-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an. Firman Allah :

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” 

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Peliharalah segala shalat dan (peliharalah) shalat wustha.” 

Rasulullah menjadikan shalat sebagai tiang kedua dari tiang-tiang bangunan Islam yang lima, seraya berkata,

“Islam didirikan di atas lima tiang, yaitu: bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak di ibadahi selain Allah dan sesengguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah serta berpuasa dibulan Ramadhan.” 

Shalat fardhu ada lima: zhuhur, ashar, maghrib, ‘isya, dan subuh. Sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat berikut ini:

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Telah difardhukan atas Nabi pada malam Isra’ shalat sebanyak lima puluh (waktu), kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu. Kemudian, Beliau di seru: “Ya, Muhammad, sesungguhnya ketetapan disisi-KU tidak bisa diubah. Dan untukmu shalat lima (waktu) ini sama dengan lima puluh (waktu).” 

Dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa ada seorang Arab Badwi datang kepada Rasulullah dengan rambut yang tidak tersisir seraya berkata, Ya, Rasulullah beritahukan kepadaku shalat yang Allah fardhukan kepadaku!” jawab Beliau: “Shalat yang lima (waktu) kecuali kalau engkau mau shalat tathawwu (shalat sunnah).” 

Dibalik wajibnya melaksanakan Shalat Fardhu, ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu terkandung banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.

Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.

WAKTU SUBUH

Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

WAKTU ZUHUR

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

WAKTU ASHAR

Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

WAKTU MAGHRIB

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita.

WAKTU ISYA

Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).

Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.

Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.

Semoga informasi ini dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya , dan bersegera ke mesjid bagi laki-laki.
Sumber : http://www.redaksi9.com/2015/05/fakta-ilmiah-dibalik-waktu-shalat.html